Shop now to get your free shipping offer. SHOP NOW

Konsistensi Sulis dan Adi, Peserta Asal Semarang yang Ikuti Bromo KOM untuk Keempat Kalinya

Konsistensi Sulis dan Adi, Peserta Asal Semarang yang Ikuti Bromo KOM untuk Keempat Kalinya

Pelaksanaan Bromo KOM Challenge 2026 kembali menarik minat pesepeda dari berbagai daerah di Indonesia. Di antara daftar peserta tahun ini, terdapat nama Sulis dan Adi, dua orang cyclist asal Semarang yang mencatatkan partisipasi keempat mereka dalam sejarah event tanjakan ini.

Perjalanan Sulis dan Adi di Bromo KOM dimulai pada edisi 2018. Setelah itu, mereka kembali mendaftar dan konsisten berpartisipasi berturut-turut pada Bromo KOM 2024, 2025, hingga edisi terbaru di tahun 2026.
Bagi Sulis dan Adi, keputusan untuk terus kembali ke Bromo KOM didasari oleh kegemaran mereka pada olahraga bersepeda. Selain menyalurkan hobi, rute menuju Wonokitri memberikan impresi tersendiri bagi keduanya.

"Kami menikmati perjalanan di Bromo KOM karena jalurnya menantang dan menyajikan pemandangan alam sepanjang rute yang tidak membosankan," ungkap mereka saat diwawancarai.

Kombinasi antara manajemen kompetisi yang rapi dan atmosfer rute dinilai menjadi faktor utama mengapa event ini selalu masuk ke dalam agenda tahunan mereka. Rasa lelah selama menanjak dinilai sebanding dengan kepuasan menikmati jalur bersama para pesepeda lainnya.
Memasuki tahun keempat keikutsertaan mereka, Sulis dan Adi menetapkan target performa yang lebih spesifik. Fokus utama mereka tahun ini bukan sekadar mencapai garis finish, melainkan memperbaiki catatan waktu pribadi.

Harapan terbesar mereka pada Bromo KOM 2026 adalah melampaui raihan waktu batas atau Cut Off Time (COT) yang mereka catatkan pada tahun lalu. Melalui target ini, mereka ingin mengukur sejauh mana peningkatan performa fisik dan daya tahan tubuh yang telah mereka capai dalam setahun terakhir.
Untuk merealisasikan target perbaikan waktu tersebut, Sulis dan Adi menerapkan pola latihan yang terstruktur sebelum hari pelaksanaan. Berdasarkan pengalaman dari edisi-edisi sebelumnya, mereka memfokuskan persiapan pada dua aspek utama:

Peningkatan Jarak Tempuh (Mileage): Menambah volume kilometer bersepeda dalam seminggu untuk membangun ketahanan (endurance) dasar.

Latihan Elevasi (Climbing Training): Memperbanyak porsi latihan di area perbukitan dan tanjakan di sekitar Semarang untuk mengondisikan otot kaki serta kapasitas kardio terhadap tekanan rute Bromo.
Pengalaman Sulis dan Adi dari tahun 2018 hingga 2026 menunjukkan bahwa Bromo KOM merupakan ruang bagi para pesepeda komunitas untuk terus menguji dan meningkatkan batasan kemampuan diri mereka sendiri.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please note, comments must be approved before they are published