Lintang Flores 1000 KM: Kisah Juney Taklukkan Tanjakan Ekstrem dan Jalur Mistis Indonesia Timur
Event ultra cycling Lintang Flores kembali menghadirkan kisah perjuangan luar biasa dari para pesertanya. Salah satu Cyclist yang berhasil menaklukkan kerasnya rute Flores adalah Juney, yang sukses melewati tantangan sejauh 1000 kilometer dengan medan ekstrem khas Indonesia Timur.
Bagi Juney, tantangan terbesar selama race berada pada karakter rute Flores yang benar-benar menguras fisik maupun mental. Tanjakan panjang dengan multi gradien menjadi ujian utama sepanjang perjalanan. Tidak hanya itu, turunan curam juga menjadi tantangan tersendiri hingga dirinya sempat mengalami insiden jatuh saat race berlangsung.
“Challenge terbesar tentu tanjakan panjang dengan multi gradien dan cuaca panas. Tapi turunan juga tidak bisa disepelekan karena cukup curam, bahkan saya sempat jatuh,” ungkap Juney.
Untuk bisa bertahan hingga garis akhir, Juney mengaku fokus pada strategi menjaga ritme saat menghadapi tanjakan serta memastikan asupan nutrisi tetap terpenuhi agar tenaga tidak cepat habis selama race berlangsung.
“Strateginya lebih ke bertahan di rute tanjakan dan menjaga asupan supaya tubuh tetap punya tenaga.”
Meski dipenuhi rasa lelah dan perjuangan, Flores justru menghadirkan pengalaman yang sangat membekas bagi dirinya. Setiap sudut perjalanan menawarkan panorama alam yang luar biasa indah, mulai dari pegunungan hingga pesisir eksotis khas Flores. Ditambah lagi keramahan warga sepanjang rute menjadi energi tambahan yang membuat perjalanan terasa semakin spesial.
“Di Flores semua momen berkesan. Setiap sudut punya pemandangan indah dan keramahan warga sepanjang rute 1000 kilometer benar-benar tidak terlupakan.”
Juney juga menegaskan bahwa dukungan dari keluarga, tim, dan komunitas memiliki peran yang sangat besar hingga akhirnya dirinya bisa mengikuti event bergengsi tersebut. Dukungan moral maupun materi menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju Lintang Flores.
“Dukungan keluarga, tim, dan komunitas sangat penting. Mulai dari izin sampai support moral dan materi dari teman-teman yang akhirnya membuat saya bisa ikut Lintang Flores.”
Persiapan yang dilakukan sebelum race pun difokuskan pada latihan tanjakan dan aklimatisasi cuaca panas, mengingat karakter medan Flores yang terkenal berat dan penuh elevasi.
Ia pun memberikan apresiasi kepada penyelenggara yang dinilai mampu menghadirkan rute ekstrem namun tetap menyenangkan untuk dinikmati para pecinta ultra cycling.
“Penyelenggara sangat bagus karena bisa menyuguhkan rute yang sangat menantang tapi tetap menyenangkan meskipun perih,” ujarnya.
Motivasi terbesar Juney mengikuti event ini datang dari semakin berkembangnya dunia ultra cycling di Indonesia. Menurutnya, kini semakin banyak event ultra cycling yang mulai hadir di berbagai daerah dan membuka tantangan baru bagi para cyclist.
Meski belum memiliki target khusus untuk event berikutnya, Juney berharap semakin banyak pesepeda yang berani mencoba dunia ultra cycling.
“Buat yang ingin mencoba ultra cycling, gas saja. Tapi jangan lupa untuk menikmatinya,” pesannya.

Menurut Juney, Lintang Flores memiliki perbedaan yang sangat kuat dibanding event ultra cycling lainnya. Faktor alam yang ekstrem dipadukan dengan keramahan masyarakat lokal menjadi kombinasi pengalaman yang sangat khas dan sulit ditemukan di tempat lain.
Selain kekuatan fisik, menjaga konsistensi performa selama race juga menjadi faktor penting. Mental, pengendalian emosi, dan kemampuan membaca kondisi tubuh menjadi kunci agar tidak mudah terpancing ritme peserta lain.
“Yang paling penting menjaga mental dan tujuan mengikuti race, jangan mudah tersulut peserta lain dan harus bisa membaca kondisi tubuh serta peluang ketika peserta lain mulai drop.”
Di balik kerasnya race, ada pula pengalaman lucu yang tidak terlupakan selama berada di Flores. Juney bercerita bahwa warga setempat selalu mengatakan Flores aman dari tindak kejahatan, namun justru lebih sering mengingatkan soal titik-titik yang dianggap rawan mistis.
“Sepanjang rute warga bilang Flores aman dari kejahatan, tapi mereka justru lebih khawatir sama titik-titik rawan mistis,” tutupnya sambil tertawa.