Shop now to get your free shipping offer. SHOP NOW

Siap Tempur di Tour de Bintan, King Banana Usung Target Finish di Peleton Depan

Siap Tempur di Tour de Bintan, King Banana Usung Target Finish di Peleton Depan

Tour de Bintan tahun ini akan menjadi pengalaman perdana bagi Nanda untuk tampil mewakili Tim King Banana dari Polda Jatim. Bersama enam rekan lainnya, ia akan menghadapi persaingan dengan cyclist dari berbagai tim, baik dari dalam maupun luar negeri.

Bagi Nanda, kesempatan ini menjadi pengalaman yang tentu dinantikan. Namun, bukan sekadar soal menikmati suasana atau keindahan Bintan. Fokus utama tetap pada tantangan di lintasan.

“TDB ini akan menjadi pengalaman pertama saya mewakili Tim King Banana dari Polda Jatim bersama enam rekan lainnya yang akan bersaing dengan cyclist dari berbagai tim, baik dalam ataupun luar negeri,” ujar Nanda.

Tour de Bintan sendiri akan menghadirkan tantangan yang tidak ringan. Peserta akan menghadapi jarak sekitar 100 km pada hari pertama dan 150 km pada hari kedua, dengan karakter jalur yang banyak didominasi rolling.

Selain jarak dan karakter lintasan, faktor cuaca juga menjadi perhatian Nanda. Kondisi Bintan yang cenderung terik dan kering diperkirakan akan menguras tenaga para cyclist sepanjang race.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Nanda tidak melakukan persiapan khusus. Ia lebih mengandalkan rutinitas yang selama ini dijalani, mulai dari latihan setiap hari, menjaga kondisi tubuh tetap fit, mengatur pola istirahat, hingga memastikan asupan nutrisi tetap tercukupi.

Soal target, Nanda memasang harapan yang realistis sekaligus tetap membuka peluang untuk meraih hasil terbaik. Target minimalnya adalah mampu menyelesaikan race dengan selamat dan sehat serta bertahan di peleton depan. Namun jika kesempatan datang, podium tentu menjadi hasil yang ingin diraih.

“Target pribadi saya minimal bisa finish dengan selamat dan sehat di peleton depan. Maksimal kalau pun rezeki bisa mendapat podium.”

Dalam race dengan jarak yang panjang, kekuatan individu bukan satu-satunya faktor penentu. Kekompakan dan strategi tim juga menjadi bagian penting. Nanda menilai support dari rekan-rekan King Banana akan sangat dibutuhkan, terutama karena terdapat banyak trek flat yang membutuhkan kerja sama antarpembalap.

Karena itu, setelah menyelesaikan hari pertama, tim tidak akan langsung berhenti pada garis finish. Evaluasi akan menjadi bagian penting untuk mempersiapkan etape berikutnya.

Nanda dan rekan-rekannya akan berkumpul, melakukan koordinasi, mengevaluasi kendala yang muncul pada hari pertama, kemudian menjadikannya bahan perbaikan untuk race hari kedua.

“Apa yang menjadi kendala di hari pertama akan dimaksimalkan di hari kedua.”

Menariknya, meski Tour de Bintan juga menawarkan suasana Bintan yang menarik, Nanda memilih untuk menempatkan race sebagai prioritas. Baginya, menikmati suasana dan jalan-jalan merupakan bonus setelah menyelesaikan tugas utama di lintasan.

Bagi Nanda, daya tarik Tour de Bintan terletak pada kombinasi antara lokasi yang bagus, rute yang menantang, serta kondisi jalan yang mulus. Hal tersebut membuat TDB menjadi event yang menarik sekaligus memberikan tantangan bagi para cyclist.

Dan jika harus menggambarkan Tour de Bintan hanya dengan tiga kata, jawaban Nanda cukup sederhana dan penuh semangat:

“Pokoke di gass.”

Kepada cyclist yang ingin mencoba cycling event seperti Tour de Bintan, Nanda memberikan satu pesan utama: persiapkan fisik dan mental dengan baik.

Sebab, di balik indahnya Bintan dan mulusnya lintasan, ada tantangan jarak, cuaca, strategi, serta kekuatan tim yang akan menentukan siapa yang mampu bertahan hingga garis finish.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please note, comments must be approved before they are published