Shop now to get your free shipping offer. SHOP NOW

Sukses Cetak Rekor Terbaiknya di Bromo KOM Challenge 2023

Sukses Cetak Rekor Terbaiknya di Bromo KOM Challenge 2023
Senyum merekah terpancar dari wajah Marisa Oetomo. Brand ambassador SUB Jersey ini sukses mengakhiri perjuangannya di Bromo KOM Challenge 2023 pada posisi kedua. Meski bukan jadi juara utama tidak lantas mengurangi kebahagiaan yang dirasakannya. Malahan Marisa terlihat ceria saat finis di puncak Wonokitri.

Pebalap asal Surabaya ini finis kedua setelah Priscillia Gunawan yang merupakan juara kategori 35-39. "Seru banget. Mau ngejar Priscil ini susah sekali. Si manusia air yang seperti ikan, nafasnya nggak ada habisnya," canda Marisa.

Ya, Priscil memang terkenal dengan julukan si manusia air. Latar belakangnya sebagai mantan atlet selam nasional membuatnya susah untuk dikalahkan. Walau sudah pensiun, peselam yang kini beralih haluan ke balap sepeda itu tetap kompetitif. Buktinya ia masih mampu mempertahankan pecapaiannya dalam dua tahun berturut-turut.

Kendati demikian, Marisa tak kecewa. Wanita 38 tahun ini sangat suportif. Marisa terlihat asik mengobrol dengan Priscil di latar Pendopo Agung Panca Manggala Gatra di Desa Wonokitri yang menjadi titik kumpul peserta. Mereka saling mengulas tentang balapan yang baru saja dihadapi.

"Saya bangga terhadap diri sendiri, karena, bisa mengalahkan waktu dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ini merupakan catatan waktu terbaik saya selama ikut Bromo KOM," ucap wanita berambut panjang ini.

Sudah pernah punya pengalaman dua kali ikut Bromo KOM Challenge membuat Marisa bertekad ingin tampil lebih baik dalam edisi tahun ini. Sebelumnya ia selalu finis dengan waktu lebih dari dua jam. Namun, sekarang Marisa mampu menuntaskan balapan dengan waktu di bawah itu.

Menurutnya, hasil tersebut tidak lepas dari latihan yang dilakoninya. Selama dua minggu terakhir, Marisa memang intensif mempersiapkan diri untuk mendaki Wonokitri. Ia bahkan menjajal gowes ke Bromo sebelum ajang balap sepeda terbesar di Indonesia itu bergulir.

Satu-satunya kendala yang dialami pebalap dengan nomor BIB 4301 ialah cuaca panas di Bromo. Jarang terjadi Bromo KOM Challenge berlangsung dalam cuaca panas. Seringnya terjadi hujan hingga kabut yang menyelimuti tanjakan Wonokitri.

"Jadinya heart rate lebih tinggi. Bikin cepat capek karena panas. Saya ngatasinya dengan minum yang banyak," pungkas Marisa.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please note, comments must be approved before they are published