Shop now to get your free shipping offer. SHOP NOW

Tour de Surakarta 2026 Hadirkan Perpaduan Olahraga, Wisata, dan Tantangan Tanjakan

Tour de Surakarta 2026 Hadirkan Perpaduan Olahraga, Wisata, dan Tantangan Tanjakan

Ajang bersepeda Tour de Surakarta (TdS) 2026 siap digelar pada Sabtu (10/10/2026), dengan menghadirkan perpaduan olahraga, wisata, dan tantangan rute bagi para pesepeda dari berbagai daerah. Mengusung semangat dari komunitas untuk komunitas, kegiatan ini menjadi ruang bagi para penghobi sepeda untuk menguji kemampuan sekaligus menikmati keindahan Kota Surakarta dan kawasan sekitarnya.

Digagas oleh Solo Cycling Community (SCC), Tour de Surakarta tidak hanya berorientasi pada persaingan dan pencapaian waktu. Event ini juga membawa misi memperkenalkan potensi wisata, budaya, serta kuliner Solo Raya kepada komunitas pesepeda yang datang dari berbagai wilayah.

Race Director Tour de Surakarta 2026, Yohanes Tekno Wijoyo, menjelaskan bahwa event ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada para pesepeda nonprofesional agar dapat berkompetisi secara adil.

“Konsep kami selalu sama, yaitu dari komunitas untuk komunitas,” kata Yohanes

Tour de Surakarta 2026 menghadirkan dua kategori utama, yakni Reguler dan Race. Keduanya menawarkan pengalaman berbeda sesuai tujuan dan kemampuan peserta.

Kategori Reguler menempuh jarak sekitar 104–105 kilometer dengan total elevasi sekitar 1.100 meter. Sementara itu, kategori Race memiliki jarak sekitar 110 kilometer dengan elevasi sekitar 1.400–1.500 meter, termasuk segmen King of the Mountain (KOM) yang menjadi tantangan utama bagi peserta.

Titik start dan finis dipusatkan di Balai Kota Surakarta. Dari pusat kota, peserta akan melintasi sejumlah ikon bersejarah, seperti Keraton Surakarta, Pasar Klewer, Simpang Joglo, Jembatan Keris, dan Masjid Raya Sheikh Zayed.

Perjalanan kemudian mengarah ke wilayah Kabupaten Karanganyar, termasuk kawasan Ngargoyoso dan Kemuning yang menawarkan pemandangan perkebunan karet serta kebun teh. Karakter medan yang bervariasi, terutama tanjakan di kawasan tersebut, menjadi salah satu daya tarik bagi para pesepeda yang ingin menguji ketahanan fisik.

Yohanes juga menekankan bahwa Surakarta memiliki potensi yang lebih luas daripada sekadar wisata kuliner.

“Orang-orang kalau datang ke Solo itu mikirnya pasti cuma kulineran, padahal Solo ini juga Kota Sepeda. Jadi bisa kulineran, bisa sepedaan. Kita ingin mengenalkan itu juga ke teman-teman cyclist lain,” ujarnya.

Dalam event tour de surakarta kalo ini, SUB hadir sebagai penyedia jersey yang menjadi bagian dari identitas peserta dalam mengikuti salah satu agenda bersepeda di kawasan Solo Raya tersebut.

Melalui jersey Tour de Surakarta 2026, semangat untuk bersepeda bersama dibawa dalam satu identitas visual yang menyatukan peserta dari latar belakang dan daerah yang berbeda.

Kehadiran SUB sebagai penyedia jersey menjadi bagian dari kebutuhan apparel dalam penyelenggaraan event. Dalam kegiatan bersepeda jarak jauh, jersey juga menjadi salah satu perlengkapan yang menunjang aktivitas peserta, sehingga aspek desain, kenyamanan, dan kesesuaian untuk berolahraga menjadi hal yang relevan. menggunakan bahan premium yang sangat cocok untuk digunakan dalam event event sepeda.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please note, comments must be approved before they are published