Shop now to get your free shipping offer. SHOP NOW

Chaidir Akbar - Banua Duathlon Challenge: Tidak Berat, Rutenya Unik

Chaidir Akbar - Banua Duathlon Challenge: Tidak Berat, Rutenya Unik

Chaidir Akbar ikut merasakan keseruan Banua Duathlon Challenge yang digelar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (5/8). Brand ambassador SUB Jersey tersebut diundang untuk ikut memeriahkan gelaran duathlon perdana yang diadakan di Kota Seribu Sungai. Event ini merupakan hasil kerja sama pemerintah provinsi Kalsel dengan Kalseltri dan Federasi Triathlon Indonesia Kalsel.

Event ini terbagi dalam beberapa kategori, yakni Men Junior U-18, Men Elite U-19 Up, Master A U 30-39, Master B U 40-49, Master C U 50 Up, Women Open, serta Eksibis Kalseltri. Namun, Chaidir tidak datang untuk berkompetisi mengejar podium. Sebaliknya ia ditunjuk menjadi pacer untuk kelompok Kalseltri.

“Jadi lari bareng, bersepedanya juga saya tarikin, dan lari terakhir saya temani. Dari awal sampai akhir bareng terus,” ucap Chaidir saat dihubungi SUB Jersey.


Format perlombaan duathlon ini mengharuskan peserta lari sejauh 5 km, bersepeda 30 km, dan lari lagi 5 km hingga garis finis. Total ada 300 peserta yanng ikut ajang ini. Tidak hanya dalam negeri, Banua Duathlon Challenge pun menarik minat beberapa atlet luar negeri. Mereka berasal dari lima negara, yakni Amerika, Belgia, Irlandia, Belanda, serta Aljazair. Praktis kehadiran warga negara asing menambah warna dalam perlombaan itu.

Banua Duathlon Challenge digelar dalam komplek perkantoran Gubernur Kalsel. Punya segudang pengalaman ikut duathlon, Chaidir menyebut duathlon kali ini punya rute yang unik. Ini pertama kali baginya bertanding di dalam komplek perkantoran.

“Rutenya unik, sih, karena bentuknya itu loh. ‘Kan di komplek kantor jadi banyak sekali belokannya. Bikin susah ngafalin. Enaknya jalanannya kosong. Nggak kayak ikut race di Jawa yang rutenya panjang, menanjak, dan lurus. Kalau ini banyak beloknya, ke kiri, ke kanan, putar balik. Gaya sepedanya seperti criterium,” jelas pria yang berdomisili di DKI Jakarta itu.

 



Tidak datang untuk berkompetisi membuat Chaidir cukup menikmati apa yang disajikan oleh panitia dalam lomba duathlon ini. Ia sama sekali tidak merasa berat, karena, sejak awal memang tidak target juara. Apalagi jarak perlombaan itu juga cenderung pendek dan ramah.

“Saya sebagai salah satu pegiat olahraga triathlon datang untuk mendukung teman-teman di Kalimantan Selatan dengan membawa antusiasme kami sebagai peserta luar. Memang ini acara perdana, tetapi bisa menjadi benchmark buat mereka supaya ke depannya bisa bikin event yang lebih baik lagi,” harap Chaidir.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please note, comments must be approved before they are published