Gowes Berdua, Cara Pasangan Suami Istri Menikmati Piknik Murah dan Mengejar Bahagia di Usia Senja
Ada yang unik di event "Mainsepeda Nggravel Glenmore " bersepeda bersama pasangan tak selalu harus menjadi aktivitas yang mahal. Bagi Hari, 60 tahun, dan istrinya, Tatik, 54 tahun, gowes berdua justru menjadi cara sederhana untuk menjaga kebugaran sekaligus menikmati waktu bersama.
Keduanya cukup rutin mengayuh sepeda bersama. Bagi pasangan ini, bersepeda bukan sekadar olahraga, tetapi juga kesempatan untuk menikmati perjalanan, mencari suasana baru, piknik dengan biaya terjangkau, dan tentu saja mengabadikan momen melalui foto. "Kami sering bersepeda berdua karena ingin menikmati piknik yang murah, sehat, dan menyenangkan. Yang dikejar sebenarnya bahagia dan foto-foto,” kata Hari.
Perjalanan bersepeda yang mereka lakukan pun tidak terbatas di sekitar Yogyakarta. Mereka pernah gowes dari Yogyakarta hingga Banyuwangi. Sebelumnya, pasangan ini juga tinggal di Balikpapan dan memiliki pengalaman bersepeda bersama di sejumlah tempat.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi mereka adalah ketika mengikuti event jalan sepeda bersama komunitas. Mereka juga berinteraksi dengan sejumlah komunitas sepeda di Yogyakarta, di antaranya Komunitas Gravel Jogja, Jogja Folding Bike, dan komunitas Brompton Jogja.
Selain mengikuti kegiatan komunitas, Hari dan Tatik juga memiliki rutinitas gowes setiap Jumat. Salah satu tujuan yang kerap mereka datangi adalah kawasan Bukit Bego dan lokasi yang mereka sebut sebagai Jamaah Begoniyah.
Bagi keduanya, kebersamaan menjadi bagian penting dari pengalaman bersepeda. Tidak harus mengejar jarak jauh atau kecepatan tinggi, perjalanan justru dinikmati dengan santai bersama pasangan. "Goweslah berdua bersama pasangan sendiri. Sensasinya ada di sepedanya, perjalanannya, dan bisa menikmati semuanya bersama,” ujar Tatik.
Di usia 60 dan 54 tahun, Hari dan Tatik menunjukkan bahwa bersepeda bisa menjadi aktivitas sederhana untuk menjaga tubuh tetap aktif sekaligus mempererat hubungan pasangan.
Bagi mereka, tujuan perjalanan bukan selalu soal seberapa jauh jarak yang berhasil ditempuh. Ada kebahagiaan yang dicari di sepanjang perjalanan: mengayuh bersama, menikmati pemandangan, bertemu komunitas, dan membawa pulang cerita serta foto-foto dari perjalanan.