Shop now to get your free shipping offer. SHOP NOW

Mengenal Lebih Dalam World Major Marathon, Yuk!

Mengenal Lebih Dalam World Major Marathon, Yuk!

Lomba marathon menjadi topik paling hits beberapa waktu terakhir, khususnya di Indonesia. Itu semua berkat para publik figur tanah air yang berangkat ke Amerika Serikat untuk berpartisipasi dalam New York Marathon 2023 pada 5 November lalu. Salah satunya brand ambassador SUB Jersey, Chaidir Akbar.

 

Saking meriahnya pemberitaan tentang itu, banyak orang mulai penasaraan mengenai kompetisi lari jarak jauh ini. Tidak sedikit yang akhirnya terinspirasi untuk mulai berlari. Tetapi sebaiknya jangan memaksakan diri. Sebab, tidak mudah untuk melewati ujian lari sejauh 42,1 km tersebut.

 

Yes, marathon memang punya gengsi tersendiri. Tidak hanya soal jarak yang harus ditempuh para pelari dari garis start hingga finish. Namun, perlombaan ini punya prestise tersendiri hingga membuat banyak pelari dari berbagai belahan dunia berbondong-bondong mengikutinya.

 

Setiap tahun ada ratusan lomba marathon yang diadakan. Namun, hanya ada enam event marathon yang paling besar dan paling bergengsi di dunia. Keenam kompetisi itu masuk dalam World Major Marathon bersama dengan Kejuaraan Dunia Atletik serta Olimpiade Marathon.

 

Kalau kamu seorang pelari pasti sudah tidak asing dengan event-event tersebut. Yakni Tokyo Maratahon, Boston Marathon, London Marathon, Berlin Marathon, Chicago Marathon, dan New York Marathon.

 

Setiap tahun keenam perlombaan itu diadakan pada bulan dan musim yang berbeda-beda. Biasanya Tokyo Marathon merupakan ajang pembuka, lalu penutupnya ialah New York Marathon. Mulai Februari hingga November. Dari musim dingin hingga kembali ke awal musim dingin lagi.

 

Memangnya apa, sih, yang menarik dari enam WMM itu? Dan apa yang membuatnya spesial? SUB Jersey sudah merangkum berbagai faktanya untuk kamu.

 

Tokyo Marathon

Di antara seluruh WMM, Tokyo Marathon menjadi event lari paling muda secara histori. Ajang ini baru diadakan perdana pada 18 Februari 2007. Sejak saat itu, Tokyo Marathon selalu dilaksanakan dibulan kasih sayang tersebut.

 

Tokyo Marathon menjadi satu-satunya WMM yang diadakan di Asia. Sangat populer di kalangan para pelari Indonesia. Event ini selalu menjadi bucket list dari para pelari tanah air. Apalagi dari sisi akomodasi tergolong paling affordable dibanding WMM lainnya yang berada di luar Asia.

 

Ajang yang diadakan di Negeri Sakura ini punya tema ‘The Day We United’ (Hari Kita Bersatu). Lantaran setiap tahunnya para pelari, relawan, dan penonton tumpah ruah di sepanjang lintasan. Mereka bersatu untuk memberi semangat satu dengan yang lain.

 

Boston Marathon

Boston Marathon menjadi lomba marathon tertua di dunia. Pertama kali diadakan pada 1897 dan tidak pernah kehilangan popularitasnya. Malahan tiap tahun banyak yang berlomba-lomba untuk mendaftar ajang marathon yang satu ini.

Hanya saja hal itu tidak mudah. Boston Marathon menetapkan batasan waktu tertentu untuk bisa mengikutinya. Tidak heran kalau event yang satu ini punya gengsi lebih tinggi dibanding WMM lainnya.

 

Selain itu, Boston Marathon menjadi satu-satunya WMM yang diadakan bukan pada Minggu, melainkan saat Patriot’s Day, yaitu Senin ketiga pada April. Meski garis start dan finish sempat diubah-ubah beberapa kali, namun, sebagian besar rute yang harus dilalui para peserta hampir sama persis seperti rute yang dirancang satu abad lalu. Di mana race akan berakhir di Boylston Street yang bersejarah.

 

Event ini sempat terganggu akibat ledakan bom oleh dua teroris pada 2013 silam. Peristiwa itu menyita perhatian dunia sehingga membuat pelaksanaan event-event marathon di mana pun lebih diperketat.

 

London Marathon

London Marathon pertama kali diadakan pada 29 Maret 1981. Lebih dari 20.000 pelari ingin berpartisipasi dalam ajang ini, namun, hanya 7.747 orang yang diterima. Ada 6.255 finisher yang dipimpin oleh Dick Beardsley dari Amerika dan Inge Simonsen dari Norwegia. Joyce Smith memecahkan rekor Inggris dengan memenangkan perlombaan kategori putri.

 

Sejak awal, London Marathon membukukan statusnya sebagai charitable race. Jadi tidak hanya sekadar berlari, tetapi juga charity untuk misi kemanusiaan. Rute lomba lari melewati berbagai landmark kota London, di antaranya St. Paul’s Cathedral, Houses of Parliament, Tower Bridge, dan finis dengan latar belakang Buckingham Palace.

 

Berlin Marathon

SC Charlottenburg merupakan salah satu klub atletik paling bergengsi di Jerman. Merekalah yang menginisiasi terselenggaranya Berlin Marathon pertama kali pada 1974. Didukung oleh tiga kekuatan sekutu barat (Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat), Berlin Marathon berkembang pesat menjadi marathon terbesar dan berkualitas terbaik di Jerman.

 

Usai reunifikasi Jerman, rute perlombaan larinya mengalami banyak perubahan besar. Rutenya cenderung flat, sehingga, banyak pelari elite yang akhirnya mengejar personal bestnya dalam event ini. Gerbang Bradenburg yang menjadi simbol pemersatu Jerman kini menjadi tempat finis Berlin Marathon.

 

Pada 2018, Eliud Kipchoge berhasil mengejutkan dunia dengan mencatatkan rekor 2:01:39. Ini merupakan rekor lari tercepat untuk jarak 42,1 km.

  

Chicago Marathon

Pada 1976, sekelompok penghobi lari bertemu di Metropolitan YMCA di LaSalle Street untuk berdiskusi dan merencanakan marathon di Chicago. Mereka berhasil mewujudkannya pada 25 September 1977 dengan peserta lokal sebanyak 4.200. Ini menjadi Chicago Marathon pertama.

 

Ciri khas dari marathon ini jalurnya datar dan cepat. Start juga finishnya berada di Grant Park yang bersejarah. Rutenya sendiri melintasi 29 tempat yang memiliki pemandangan beragam termasuk Lakeview, Greektown, Little Italy, Pilsen, Chinatown, dan Bronzeville.

 

Chicago Marathon memiliki sejarah panjang sebagai tuan rumah bagi para pelari tercepat dunia. Hingga saat ini tercatat ada beberapa pelari yang pernah mencatatkan rekor dunia diajang ini. Steves Jones dengan waktu 2:08:05 pada 1984 dan Khalid Khannouchi dengan rekor 2:05:42 pada 1999 untuk pelari laki-laki.

 

Sedangkan tiga rekor dunia pelari wanita pernah diukir oleh Chaterine Ndereba dengan catatan waktu 2:18:47 pada 2001, Paula Radcliffe yang membukukan waktu 2:17:18 pada 2002, terakhir Brigid Kosgei 2:14:04 pada 2019.

 

New York Marathon

New York Marathon selalu menjadi seri penutup WMM. Dilaksanakan pertama kali pada 1970 dengan hanya 127 peserta dan 55 finisher yang berlari empat putaran di Central Park. Namun, pada 1976 cakupan rutenya dipeluas ke lima wilayah.

 

Lomba marathon ini selalu diadakan pada Minggu pertama November. Tradisi itu dijaga dari dulu hingga sekarang. Setidaknya lebih dari 53.000 pelari pernah berpartisipasi dalam event ini.

 

Pesertanya sendiri datang dari 140 negara. Mereka diajak keliling kota mulai dari Staten Island di kaki Jembatan Verrazzano-Narrows dan melewati lingkungan Brooklyn, Queens, dan Bronx sebelum berakhir di Manhattan.

 

 

Nah, itulah pengetahuan mengenai WMM. Apakah kamu tertarik untuk menjadi bagian dari salah satunya? Tenang saja. Dengan latihan yang intensif dan tekun, suatu saat kamu pasti bisa mewujudkannya.

 

Semangat selalu. Salam olahraga!!!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please note, comments must be approved before they are published