Shop now to get your free shipping offer. SHOP NOW

Couple Run: Bugar Sekeluarga Dengan Lari Bersama

Couple Run: Bugar Sekeluarga Dengan Lari Bersama

Apa jadinya kalau pasangan suami istri punya hobi olahraga yang sama? Pastinya sehat didapat, hubungan keduanya akan lebih erat. Apalagi jika hobi itu bisa ditularkan hingga ke anak dan cucu, jelas jadi investasi kesehatan di masa depan.

 

Inilah yang berusaha digalakkan oleh Couple Run. Hidup sehat bersama keluarga dengan berolahraga. Makanya para member komunitas lari asal Surabaya itu beda dari klub yang lain. Terdiri dari pasangan suami istri, beserta anak mereka. Hebat, bukan?

 

Ketika lari, mereka pun akan berpasang-pasangan. Uniknya lagi, setiap keluarga akan tampil dengan ciri khas masing-masing. Berbeda dengan komunitas yang umumnya punya warna running tee yang seragam, kalau Couple Run punya jersey dengan warna beragam. Mulai dari biru, kuning, pink, hijau, dan masih banyak lagi.

 

“Setiap pasangan bebas memilih warna favorit masing-masing supaya menambah keceriaan. Pelangi menjadi indah, karena, mereka berwarna-warni. Harapan kami seperti itu,” ucap founder Couple Run, Jovi Iristian, dalam sambungan telepon bersama SUB Jersey.

 

Baca juga: Skolari CC: Tidak Sekadar Bersepeda, Tetapi Fokus Edukasi


Running tee milik Couple Run merupakan hasil kolaborasi dengan SUB Jersey. Dibanding warnanya yang cenderung ngejreng, desain jersey lari komunitas ini cenderung simpel. Di mana ada dua siluet runner perempuan dan laki-laki di bagian dada dengan tulisan Couple Run. Sangat menggambarkan ciri khas komunitas tersebut.

 

 

Couple Run sendiri baru eksis belum lama ini. Tepatnya mulai Juni 2023. Jovi beserta sang istri, Gisti Riza Adistie merupakan pelopor berdirinya komunitas itu.

 

Hal tersebut bermula dari kecintaan mereka akan dunia lari yang dimulai pada 2022 silam. Mereka merasakan banyak manfaat positif yang didapatkan dari berolahraga bersama pasangan. Dari sanalah mereka kemudian mengajak orang lain, terutama pasangan dan keluarganya untuk mulai berolahraga.

 

“Saya mengajaknya lebih ke sosial media. Jadi secara tidak langsung bikin orang tertarik dan penasaran. Kami mengistilahkannya pelari konten. Kalau orang lain mengejar PB alias personal best, nah, kalau kami photo banyak,” ucapnya lantas tertawa tergelak.


Baca juga: L.O.C.T: Makin Semangat Gowes Berkat Jersey Baru

 

Strategi itu nyatanya berhasil memantik perhatian. Banyak yang mulai menanyakan tentang Couple Run dan tertarik untuk latihan bersama. Hingga kini total ada delapan keluarga yang menjadi member komunitas anyar ini.

 

 

Mereka biasa latihan pada Jumat pagi di Lapangan KONI, lalu Minggu dengan rute Basuki Rahmat Loops. Jovi sengaja memilih rute flat, sebab, mayoritas member Couple Run merupakan pemula di dunia lari. Ia tidak mau membuat rute yang menyiksa. Apalagi tujuan komunitas ini ialah berolahraga biar tetap bahagia.

 

“Motivasi lain kenapa di Basra Loops karena banyak fotografernya. Jadi mereka lebih termotivasi untuk lari. Lalu siangnya sibuk nyariin foto mereka di akun instagram si fotografernya, hahaha,” canda dosen prodi Manajemen Universitas Dr. Soetomo tersebut.

 

 

Meski tergolong baru, para member komunitas ini sangat kompak. Jika ada event lari, mereka biasa mendaftarkan diri secara kolektif. Supaya kebersamaan mereka tetap terjaga.

 

Sampai saat ini Couple Run sendiri masih fokus lari antara 5 km hingga 10 km. Ke depannya, Jovi berharap kemampuan mereka bisa terus meningkat. Jadi bisa ikut half marathon maupun marathon yang sesungguhnya. 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please note, comments must be approved before they are published