Shop now to get your free shipping offer. SHOP NOW

El Tractor Academy: Beragam Warna Tapi Tetap Satu Jua

El Tractor Academy: Beragam Warna Tapi Tetap Satu Jua

Kalau ada lomba mencari kekompak komunitas, El Tractor Academy bisa jadi kandidat utamanya. Meski usia komunitasnya masih muda, tetapi soal semangat tidak kalah dari komunitas lain yang sudah eksis sejak lama.

 

Lihat saja saat coffee ride pada Minggu, 7 Januari 2024 kemarin. Grup yang sering disingkat ETA itu membentuk beberapa formasi peleton sepanjang ngeloop dari Surabaya ke Krian, Sidoarjo.

 

Berangkat dari Marmoyo, para member ETA yang berjumlah 28 orang itu sengaja memecah kelompoknya menjadi dua. Kelompok pertama memakai jersey volume pertama yang berwarna dasar putih, sedangkan kelompok kedua memakai jersey teranyar berwarna hitam.

 

El Tractor Academy: Beragam Warna Tapi Tetap Satu Jua

 

Lalu saat di jalan, mereka membagi peleton menjadi dua sesuai dengan warna jerseynya. Kemudian mereka yang pakai jersey putih dan hitam gowes berdampingan. Seolah sengaja membuat formasi itu agar apik dalam bidikan kamera fotografer di jalan.

 

Baca juga: Bangers: Pelopor Munculnya Road Bike di Jombang

 

Coffee ride itu berlangsung sebentar saja. Hanya sekitar satu jam. Mereka kemudian memarkir sepedanya di Redback yang berada di Ciputra World. Lalu foto bersama-sama sebelum masuk ke dalam café untuk menikmati segelas kopi.

 

Hari minggu memang waktunya bagi komunitas ETA untuk gowes santai. Biasanya mereka baru akan gowes kecepatan tinggi pada Selasa dan Kamis. Kalau Rabu dikhususkan untuk gowes endurance atau menanjak, tergantung kesepakatan para member. Jumat mereka bakal rest dan Sabtu dipakai untuk long ride ke luar kota seperti Malang atau Cangar.

 

“Dulunya kami ini terdiri dari dua grup kecil yang sering gowes bersama saat pandemi. Begitu selesai pandemi, banyak yang protol nggak gowes lagi. Akhirnya kami putuskan bikin grup besar pada 1 Mei 2023,” jelas Hendra Wijaya, salah satu founder ETA.

 

El Tractor Academy: Beragam Warna Tapi Tetap Satu Jua

 

ETA sengaja menjaga jumlah membernya tetap kecil. Mereka benar-benar selektif memilih siapa saja yang boleh bergabung dalam komunitas itu. Syaratnya ialah harus konsisten dan punya kemauan untuk gowes. Bahkan saat suffering day di mana mereka long ride, climb ride, atau yang lainnya.


Baca juga: Semen Padang Runners: Dirintis Segelintir Karyawan, Kini Anggotanya Ratusan

 

Nama ETA terinspirasi dari member mereka bernama Marvin. Ia merupakan cyclist yang paling menonjol karena kekuatan gowesnya yang inspiratif. Mau menanjak ataupun gowes jarak jauh, semua dibabat habis. Bahkan ia sengaja memakai wheel set tebal serupa traktor.

 

“Makanya dia menamakan sepedanya itu traktor karena rodanya besar. Terinspirasi dari situ, kami menamakan El Tractor Academy,” tutur Michael Hermanto, member ETA.

 

El Tractor Academy: Beragam Warna Tapi Tetap Satu Jua

 

Komunitas asal Kota Pahlawan tersebut memiliki karakter member yang beragam. Tidak semua suka flat, tidak semua suka menanjak. Ada yang suka long ride, ada pula yang lebih nyaman gowes di kota. Kendati demikian, mereka tetap kompak di bawah ETA.

 

Itulah yang kemudian menginspirasi Hendra dkk untuk selalu memasukkan beragam warna dalam setiap desain jersey ETA. Jersey volume pertama memang berwarna putih, tetapi ada banyak ornamen warna tambahan seperti biru, kuning, pink, dan hijau. Sedangkan jersey volume ketiga warna dasarnya hitam tetapi ada gambar abstrak warna biru dan pink. Seluruh jersey tersebut merupakan custom dari SUB Jersey.

 

“Itu mencerminkan bahwa kami ini beraneka ragam, kami banyak warna dan banyak macamnya, tetapi kami tetap satu,” tegas Hendra.

 

El Tractor Academy: Beragam Warna Tapi Tetap Satu Jua

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please note, comments must be approved before they are published