Shop now to get your free shipping offer. SHOP NOW

Dungo, Dinongo, Pangestune, Jersey Sarat Makna Untuk Bentang Jawa

Dungo, Dinongo, Pangestune, Jersey Sarat Makna Untuk Bentang Jawa

Jefri Irawan sukses memetik hasil manis dalam Bentang Jawa 2023. Mengaku berangkat tanpa persiapan, ia sanggup melesat menjadi cyclist ketiga yang berhasil finis di Taman Blambangan, Banyuwangi.

 

Jeff panggilan akrabnya, menyelesaikan ultra cycling race sejauh 1.500 km itu pada Kamis (17/8) pukul 00.35 WIB. Bertepatan dengan HUT Republik Indonesia ke-78. Cyclist kelahiran Boyolali itu mencatatkan waktu 91 jam 05 menit.

 

Sungguh sebuah pencapaian yang membanggakan. Apalagi ini merupakan kali perdana Jeff ikut Bentang Jawa. Namun, mampu mengukir prestasi dengan finis di tempat ketiga dari total 123 peserta.

 

Bentang Jawa 2023 dimulai dari Pantai Carita, Banten, pada Minggu (13/8) pukul 05.30 WIB. Boru McCullagh berhasil menang dominan sekaligus memecahkan rekor Bentang Jawa dengan finis dalam waktu 84 jam 59 menit. Sedangkan Thopa Syaibani menyusul di tempat kedua dengan waktu 89 jam 40 menit.

 

“Apapun itu tujuannya, selesaikan apa yang sudah dimulai. Kita sudah berjanji sama diri sendiri buat menyelesaikan, ya, harus diselesaikan,” ucap Jeff dalam sesi tanya jawab di Hotel Blambangan, Banyuwangi.

 

baca juga: Paris - Brest-Paris: Mimpi Besar Chaidir Akbar Jadi Kenyataan


Tidak mudah bagi Jeff untuk menyelesaikan setiap rintangan dalam Bentang Jawa edisi ketiga ini. Ia pun mengaku sering mengalami halusinasi. Seperti melihat hal-hal tak kasat mata. Sempat tersalip ke posisi keempat, cyclist brewokan ini mengambil alih posisi ketiga tepat sebelum tanjakan utama Jemplang dan mempertahankannya hingga finis.

 hyjeff

Bagi Jeff, ajang ini tidak hanya sekedar lomba balap sepeda. Melainkan bakal menjadi sebuah perjalanan spiritual. Oleh karena itu, Jeff telah menyiapkan sebuah jersey sarat makna untuk menemani petualangannya selama tujuh hari berturut-turut.

 

Jersey dengan warna dasar hijau dan pink itu ia buat di SUB Jersey. Dengan desain hasil kolaborasinya bersama salah satu seniman visual artwork Gerry Rezaldi. Pengalaman baik dengan produk SUB Jersey membuat Jeff mempercayakan jersey spesial itu dibuat di Surabaya. Hasilnya sesuai dengan apa yang diinginkannya.

 

Selain beberapa logo sponsor, jersey tersebut memiliki tulisan yang tidak biasa. Dungo, dinongo, pangestune. Dengan gambar bulan, bintang, matahari, serta bunga-bunga berwarna putih. Jika diamati lebih dekat, pada bagian tengah bunganya terdapat dua inisial yakni M dan S.

 

Kepada SUB Jersey, cyclist asal Boyolali itu menceritakan kisah di balik desain jersey tersebut. Sudah dua kali melewatkan kesempatan ikut Bentang Jawa, Jeff memutuskan untuk mendaftarkan diri. Ia pun memberanikan diri untuk meminta izin kepada sang ibu, Suratmi.

 

“Aku kayak punya sebuah harapan. Aku sampaikan ke ibu ingin ikut. Terus ibuku bilang ‘yawes, nggak apa-apa. Pokoke dungo, dinongo, pangestune (saling mendoakan dan memberi restu, red)’,” ungkap Jeff.

 

baca juga: Bangga Kenakan Produk Indonesia di Paris-Brest-Paris

Berbekal restu sang ibunda, Jeff pun lolos seleksi Bentang Jawa. Namun, siapa sangka nasib memberinya cerita yang berbeda. Ibu yang sangat dicintainya meninggal dunia pada 1 Juli. Menyusul sang ayah, Mulyadi, yang lebih dulu wafat pada akhir tahun lalu.

 

Kepergian kedua orangtuanya praktis menjadi pukulan telak bagi Jeff. Apalagi ia merupakan anak tunggal. Praktis kini tidak ada lagi keluarga terdekat yang dimilikinya. Pesan terakhir sang ibu mengenai dungo, dinongo, pangestune itulah yang akhirnya menguatkan Jeff. Sekaligus menjadi tagline untuk perjuangannya di Bentang Jawa ini.

 

Dungo, dinongo, pangestune ini yang aku bawa terus sampai detik ini. Yang aku tangkap bahwa apapun itu bentuk perjalananmu, perjalanan spiritualmu, cycling meditation buat kamu, kita harus saling mendoakan dan memberi restu. Aku ingin membawa pesan baik dari kedua orangtuaku untuk aku sampaikan ke diriku sendiri supaya berpengaruh menjadi hal positif,” tutur Jeff.

 

Nasihat apik itulah yang akhirnya mengantarkan Jeff finis ketiga. Haru, bangga, dan tidak sangka ia bisa. Semua berkat dungo, dinongo, pangestune.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please note, comments must be approved before they are published