Shop now to get your free shipping offer. SHOP NOW

Snail Bike Community: Biar Lambat Asal Selamat

Snail Bike Community: Biar Lambat Asal Selamat

Ada-ada saja nama perkumpulan para penghobi sepeda di kawasan Mulyorejo, Surabaya, yang satu ini. Snail Bike Community. Begitulah para cyclistnya sepakat menamakan komunitas yang terbentuk pada Juli 2023 tersebut.

 

Padahal snail berarti siput. Hewan yang satu ini identik dengan lajunya yang lambat. Tetapi malahan hal tersebut dianggap menarik serta sesuai dengan karakteristik para membernya.

 

“Filosofinya biar kami lambat tapi tetap sampai tujuan. Ternyata teman-teman pada setuju. Selama ini biasanya orang-orang kalau bersepeda mengejar speed. Nah, kami sengaja pakai nama snail ini. Walaupun aslinya tidak lambat-lambat amat,” ungkap Handoko Margono, salah satu pentolan Snail Bike Community.

 

Baca juga: Charity dan Rilis Jersey Warnai Anniversary Ke-2 Whiskey on Wheels


Kecepatan rata-rata yang dipakai para member tiap kali gowes sekitar 40 km/jam. Tentu untuk ukuran sepeda kecepatan seperti ini tidak bisa dibilang lambat sama sekali. Malahan terhitung cepat. Namun, biasanya Handoko mencoba meredam nafsu kebut-kebutan para member Snail Bike Community.

 

 

“Nggak usah kejar speed. Yang penting ketahanan jalan stabil,” ujarnya dalam sambungan telepon dengan SUB Jersey.

 

Komunitas yang terdiri dari 24 cyclist itu awalnya tidak sengaja sering bertemu di jalan saat gowes. Dari sanalah mereka menjalin komunikasi lebih intens. Hingga kemudian sepakat membentuk grup gowes. Handoko berkata jika Snail Bike Community terbuka bagi cyclist lain yang ingin bergabung dengan mereka.


Baca juga: Loops Cycling: Rajin Bikin Jersey Jaga Semangat dan Kekompakan Grup

 

Pada hari-hari biasa, Snail Bike Community biasa bersepeda dengan rute Aloha – Basuki Rahmat. Itu merupakan rute wajib mereka. Setidaknya seminggu bisa tiga hingga empat kali gowes dengan rute tersebut. Barulah saat weekend mereka gowes agak jauh ke arah Sidoarjo, kadang bablas sampai Pandaan.

 

Merasa kegiatan mereka hanya itu-itu saja, Handoko pun mengusulkan untuk melakukan long ride. Ide ini tidak langsung disetujui para membernya. Banyak yang meragu apakah mereka bakal sanggup. Meski pada akhirnya dilakukan dan hampir semuanya ikut.

 

 

“Kemudian teman-teman usul bagaimana kalau bikin jersey. Biar kalau dipakai ke luar kota akan mudah untuk memantaunya. Karena sudah banyak yang pakai SUB Jersey, kami pun sepakat custom jersey pertama kami di SUB,” kata Handoko.

 

Awalnya Snail Bike Community bingung ingin mendesain jerseynya seperti apa. Kebetulan sedang booming Tour de France yang identik dengan yellow jersey. Lalu SUB juga mengeluarkan seri Grand Tour Mont Ventoux Yellow. Dari sanalah Handoko cs mengembangkan desain jersey mereka.

 

Hingga jadilah jersey dengan gradasi warna kuning dan orange. Terdapat nama Snail yang ditulis dengan huruf kapital berwarna putih pada bagian dadanya. Lalu terdapat kotak berwarna hitam putih seperti papan catur di atas tulisan tersebut dan pada area lengannya.

 

Snail Bike Community merilis jersey pertama itu dengan mengadakan longtrip dari Surabaya ke Simpang Lima Gumul, Kediri pada 17 September silam. Jaraknya sekitar 120 km dari Kota Pahlawan. Walau awalnya ragu, tetapi ternyata mereka semua berhasil finis dengan selamat. Ini jadi pengalaman pertama bagi para member gowes ke luar kota di mana SUB menjadi bagian dari perjalanan itu.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please note, comments must be approved before they are published