Shop now to get your free shipping offer. SHOP NOW

Tertarik Ikut Tren No Bidon Ride Saat Puasa? Ikuti Tips Berikut Ini

Tertarik Ikut Tren No Bidon Ride Saat Puasa? Ikuti Tips Berikut Ini

Tagar #nobidonride tengah ramai mewarnai sosial media Instagram, khususnya selama bulan Ramadan ini. Bersepeda tanpa membawa bidon kini menjadi tren baru yang sedang digemari oleh para cyclist.


Wajar saja jika tren tersebut menjamur dan akhirnya banyak yang ikut. Bagaimana pun kini umat muslim tengah menjalankan ibadah puasa. Otomatis jika mereka bersepeda sebelum jam berbuka puasa, mereka tidak akan membawa bidon. 


Bidon baru akan berguna bagi cyclist non-muslim maupun bagi mereka yang bersepeda di antara jam berbuka hingga menjelang sahur. 


Pertanyaannya, aman tidak sih kalau kamu ingin ikutan tren No Bidon Ride ini? Jawabannya aman asalkan dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal. Bersepeda selama puasa bakal memberimu pengalaman berbeda dibanding bersepeda pada hari-hari biasa. 


Baca juga: Tips Bersepeda Aman Selama Puasa


Tidak usah khawatir bersepeda tanpa bidon bakal membatalkan puasamu. Jika niat berpuasa sudah kuat, pastinya cobaan apapun dapat dilewati dengan baik. 


Agar no bidon ride tetap aman dan terasa menyenangkan untuk dijalani selama puasa, alangkah lebih baik kalau kamu memperhatikan beberapa hal berikut ini. Supaya bersepeda tetap memberi manfaat yang nyata bagi tubuhmu alih-alih membuatmu lemas. 


Perhatikan Jarak Tempuh

Dengan kondisi tubuh yang sedang puasa, sebaiknya sangat dianjurkan untuk bersepeda dengan jarak pendek saja. Supaya tubuh tidak terlalu terbebani. 


Jangan memaksakan untuk bersepeda dengan jarak panjang seperti sebelum puasa. Sebab, tubuh pasti akan dehidrasi tetapi sulit untuk segera mengganti cairan yang hilang kalau waktu berbuka masih lama. 


Baca juga: 8 Manfaat Olahraga Saat Puasa


Pada akhirnya tujuan dari bersepeda adalah untuk menjaga kebugaran tubuh agar kuat selama menjalani ibadah puasa, bukan? 


Pilih Waktu yang Tepat

Terdapat dua pilihan waktu yang sangat disarankan ketika ingin bersepeda selama puasa. Dua waktu ini memiliki keunggulan serta kelemahan masing-masing. Berikut penjelasannya. 



Menjelang Berbuka Puasa

Sebagian besar cyclist memanfaatkan waktu menjelang berbuka puasa untuk bersepeda. Istilah kerennya ialah ngabuburide. Yakni ngabuburit sambil bersepeda. 


Cuaca sore hari yang tidak panas sangat cocok dengan kondisi tubuh sudah berpuasa lebih dari 10 jam. Hanya saja kelemahannya pada waktu ini sangatlah ramai. Banyak orang yang pulang kantor sehingga traffic mungkin saja sangat padat. 


Tetapi saat bersepeda, kamu bisa memanfaatkannya sambil mampir beli takjil. Entah untuk dibawa pulang atau disantap di jalan jika jarak dari rumah masih agak jauh, namun waktu berbuka sudah tiba. 


Sebelum Sahur

Nyatanya banyak juga cyclist yang memilih waktu menjelang sahur untuk bersepeda. Istilah gaulnya adalah sahur on the bike. Bahkan sempat menjadi tren saat puasa. 


Bukan tanpa alasan waktu ini dipilih. Kondisi tubuh masih cenderung fit setelah terisi dengan nutrisi yang cukup. Sehingga bersepeda selama waktu tersebut cenderung aman dilakukan. 


Terlebih jika kamu menambahkan kegiatan positif lainnya. Misalnya berbagi makanan sahur untuk mereka yang ada di jalan. Paling menyenangkan kalau kegiatan itu dilakukan bersama teman-teman. Dijamin hal itu bakal membawa energi positif bagi kamu untuk menjalankan puasa seharian. 


Baca juga: Inilah Waktu Terbaik Untuk Berolahraga Saat Puasa


Pastikan Kebutuhan Cairan Tubuh Terpenuhi

Saat puasa, para ahli menyarankan untuk mengonsumsi cairan minimal 1,5 liter. Itu dilakukan antara waktu berbuka hingga menjelang sahur. 


Dengan cairan yang cukup, maka tubuh akan terasa lebih bugar untuk melakukan aktivitas selama puasa. Jika tidak otomatis tubuh bakal lemas seharian. 


Jadi pastikan untuk memenuhi cairan tubuh setelah berbuka puasa, ya. Jangan sampai kekurangan agar terhindar dari risiko dehidrasi.


Jangan Paksakan Diri

Ingat, tujuan olahraga adalah supaya tubuh tetap bugar sehingga hati dan pikiran lebih positif dan gembira selama puasa. 


Jangan pernah memaksakan diri demi sebuah tren. Bersepeda secukupnya dan semampunya lebih disarankan daripada ikut-ikutan tapi menyiksa diri sendiri. 


Dengarkan selalu reaksi tubuhmu. Kalau lelah maka istirahatlah. Segera menepi pada area jalan yang aman untuk mengatur nafas perlahan-lahan. Setelah itu baru lanjut lagi. 


Itulah beberapa tips yang bisa kamu lakukan kalau tertarik ikut no bidon ride. Gimana? Apa kamu sudah pernah mencobanya? 


Semangat selalu, ya. Selamat menjalankan ibadah puasa bagi seluruh umat muslim. 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please note, comments must be approved before they are published